panutan88
LIVEDalam tema PANUTAN88, keteladanan dapat dibaca melalui dua hal yang dekat dengan keseharian: tanggung jawab dan kepedulian. Untuk memahami mengapa seseorang layak diteladani, rasa kagum perlu dihubungkan dengan tindakan yang bisa diperhatikan—bagaimana ia menjalankan perannya dan memperlakukan orang lain.
Keteladanan terlihat dalam tindakan
Tradisi haul merupakan peringatan tahunan kematian yang bertujuan mendoakan ahli kubur sekaligus mengenang keteladanan tokoh semasa hidupnya. Uraian tentang haul juga menyebut pengaruh tasawuf yang menempatkan guru sebagai panutan karena dedikasinya mengajarkan ilmu kepada masyarakat dan murid-murid [1].
Contoh itu mengarahkan perhatian pada nilai yang diwujudkan, bukan hanya gelar atau sebutan. Dedikasi menjadi berarti karena tampak dalam tindakan mengajar dan hubungan dengan orang-orang yang belajar. Dalam keseharian, cara serupa dapat dipakai untuk menilai apakah kekaguman pada seseorang punya dasar yang jelas.
Tanggung jawab memberi bentuk pada kekaguman
Sebagai ukuran praktis, tanggung jawab dapat dibaca dari kebiasaan menepati komitmen, menuntaskan bagian tugas, serta bersedia mengakui dan memperbaiki akibat dari kekeliruan. Ini contoh untuk menilai perilaku sehari-hari, bukan klaim tentang tokoh tertentu.
Dedikasi mengajar yang disebut dalam uraian haul dapat menjadi titik tolak untuk memahami kesungguhan menjalankan peran terhadap orang lain [1]. Maka, saat mengagumi seseorang, ada baiknya melihat tindakan yang mendasari kekaguman itu: apakah ia menjaga amanah, tetap hadir ketika dibutuhkan, atau tidak melempar tanggung jawab kepada orang lain?
Kepedulian tampak pada perhatian yang tepat
Sebagai contoh pembacaan sehari-hari, kepedulian dapat berarti mendengarkan sebelum menyimpulkan, mencari tahu kebutuhan yang benar-benar ada, atau menawarkan bantuan sambil menghormati pilihan orang lain. Perhatian seperti ini tidak harus tampil besar; yang penting, sikap tersebut mempertimbangkan orang yang terdampak.
Uraian tentang haul menyebut kenangan kolektif para peziarah terhadap tokoh yang diperingati sebagai bagian penting dari acara [1]. Dalam pembacaan editorial, ingatan bersama itu dapat mengajak orang mengenali nilai apa yang dianggap patut dikenang. Di kehidupan sehari-hari, nilai kepedulian terasa lebih konkret saat perhatian tidak berhenti pada niat, tetapi hadir dalam cara memperlakukan orang lain.
Meniru nilai, bukan sekadar nama
Haul dapat terasa lebih besar ketika tokoh yang diperingati dikenal sebagai ulama besar atau pendiri pesantren, sementara tradisi itu juga bertujuan mengenang keteladanan semasa hidupnya [1]. Perbedaan tersebut mengingatkan bahwa besarnya perhatian pada seseorang tidak otomatis menjelaskan nilai apa yang layak ditiru. Nilai itu perlu dikenali dari tindakan yang menjadi dasarnya.
Ketika mengagumi seseorang, pilih sikap yang bisa disebut dengan jelas: tanggung jawab dalam menjalankan peran, dedikasi dalam berbagi pengetahuan, atau kepedulian terhadap orang lain. Keteladanan lalu menjadi lebih dari pujian—ia menjadi nilai yang dapat dipahami dan diterapkan dalam tindakan sendiri.
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Haul (Islam). https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=30020471&title=Haul_%28Islam%29 (diakses 2026-10-03).